Who's Online

Kami punya 164 tamu online

Chat

Nomor Resmi

0823 9188 1999

http://www.dapodikagam.net/

Artikel dapat dikirim melalui

email :

diknasagam@yahoo.co.id

berkunjung Ke

e-mail resmi

diknasagam@yahoo.co.id

Login Form



Home

Horizontal SlideShow Module v1.8 by JT.
SEMINAR INTERNASIONAL Prinsip Buya Hamka, Cermin kekayaan Minangkabau PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Maswir C / Wed   
Rabu, 25 Februari 2015 10:04

SEMINAR INTERNASIONAL Prinsip Buya Hamka, Cermin Kekayaan Minangkabau

Ditulis oleh : Maswir Chaniago

Buya Hamka adalah milik kita semua. Beliau dicintai dan dikagumi karena kemuliaannya. Memulai karier dimasa sulit sejarah perjuangan bangsa, Buya Hamka tidak saja tekun dengan posisi ulamanya, namun beliau juga mengorbankan dirinya untuk kegiatan politik praktis dalam dalam kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan sehingga resiko masuk penjara pun beliau hadang. Pada sisi lain beliau juga adalah sastrawan terkenal, budayawan, wartawan dan sekaligus ilmuwan. Dengan demikian, tak terbantahkan bahwa Buya Hamka adalah tokoh multi talenta yang tak henti-hentinya diperbincangkan sepanjang masa. Diantara tokoh-tokoh Agam dan Sumatera Barat lainnya, Buya Hamka memiliki keunikan dan kelebihan tersendiri yang bersifat multi dimensional. Para ahli menyimpulkan bahwa salah satu faktor pendukung keberhasilan Buya Hamka adalah pemahaman secara mendasar nilai-nilai budaya Minangkabau yang kemudian disinerjikan dengan pendalaman ilmu agama, filsafat, tasawuf dan pengetahuan populer lainnya. Demikian disampaikan bupati Agam, Indra Catri dalam sambutannya saat membuka secara resmi Seminar Internasional Kepahlawanan Buya Hamka, Sabtu (21/2) di auditorium STPN kampus Sumatera Barat di Baso, Kabupaten Agam. “Nilai religiusitas, budaya dan kultural yang dimiliki Buya Hamka menjadi prinsip utama sebagai cerminan kekayaan masyarakat Minangkabau (social capital) sebagai etnis yang paling diperhitungkan di nusantara ini. Prinsip dasar yang dimiliki Buya Hamka menjadi modal dasar bagi masyarakat dan tokoh Minangkabau saat ini untuk berkiprah ditingkat nasional maupun internasional. Buya Hamka bukan saja dicintai orang Minangkabau tetapi beliau juga dielu-elukan oleh saudara kita di Malaysia, Singapura, Brunai Darussalam bahkan Thailand,”kata Indra Catri yang diirngi tepuk tangan meriah oleh peserta seminar. Sementara Wakil Presiden ABIM dan WADAH Malaysia, H. Ahmad Azam Abdurrahman dalam sambutannya mengatakan, keinginan untuk mengikat kerjasama melaksanakan seminar dilandasi atas keinginan mengembalikan semangat masyarakat umat serantau untuk menyambung kekuatan akidah dengan mengangkat tokoh-tokoh agama. “Masyarakat Malaysia dan warga Minang yang ada di Malaysia telah menetapkan Buya Hamka sebagai tokoh sebagai milik kita bersama. Kami seluruh rombongan yang datang dari Malaysia merasa sangat terharu, bangga dan tersanjung atas sambutan yang luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Agam dibawah pimpinan buapti Indra Catri. Uutusan dari Malaysia sudah datang ke Maninjau tahun 2000 untuk menyatakan tekad mengangkat Buya Hamka sebagai tokoh dan panutan dari berbagai sisi kehidupan, perjuangan dan kiprah beliau. Sungguh luar biasa lagi karena peserta seminar mencapai 1.200 orang. Buya Hamka adalah tokoh dan sosok yang sangat populer di Malaysia. Buku-buku, novel dan karangan beliau dicetak ulang di Malaysia. Tafsir Al Azhar karangan Buya Hamka merupakan bacaan wajib. Semoga dengan ketokohan Buya Hamka itu bisa menyatukan kita sebagai umat yang sama-sama meneladani beliau,”ungkapnya. Ketua Panitia Seminar, Martias Wanto dalam laporannya mengatakan, kegiatan seminar terselenggara yang didasari beberapa hal antara lain, pertama dengan terbentuk dan terjalinnya hubungan silaturrahim yang telah terbina antara Malaysia dan Minangkabau, khususnya Kabupaten Agam. Kedua terjalinnya kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Agam dan Pondok Pesantren (Ponpes).Buya Hamka dengan Angkatan Belia Islam Malaysia (ABIM) dan WADAH Malaysia. Ketiga komitmen Pemerintah Kabupaten Agam yang selalu membesarkan serta meneruskan niali-nilai perjuangan dari tokoh masyarakat Agam, baik dibidang pemerintahan, masyarakat. Dan keempat adanya kesepakatan antara Ponpes Buya Hamka dengan ABIM dan WADAH dari Malaysia. “Peserta sebanyak 1.200 yang terdiri dari utusan sekolah/madrasah dari semua jenjang dan Ponpes, utusan dari perguruan tinggi terpilih di Sumatera Barat, tokoh masyarakat Agam dan Sumatera Barat, unsur pemerintahan serta utusan dari dunsanak dari Malaysia sebanyak 60 orang. Dan juga hadir utusan dari Kota Bukittinggi. Dalam seminar Internasional Kepahlawanan Buya Hamka sengaja mendatangkan dua pemakalah dari Malaysia, yaitu H. Ahmad Azam Abdurrahman dan Prof. Dr. Azyumardi Azra serta dua orang dari Sumatera Barat, yakni Prof. Dr. Haris Effendi Thahar dan Prof. Syamsul Bahri Khatib dan sebagai Keynote Speaker yaitu, Prof. Dr. H. Mahdi Bahar, S. Kar, M. Hum. Seminar dilaksanakan dalam dua sesi, sesi pertama mengangkat Sub Tema “Penggalian dan Perjuangan Keulamaan Buya Hamka dan Membangun Umat sebagai Manifestasi Kependidikan. Sedangkan pada sesi kedua mengambil Sub Tema “Intelektualitas Buya Hamka dalam Mewujudkan Pemeikiran melalui Karya Sastra sebagai Pendidikan Kreatif. Dan suatu ide yang belum pernah dilaksanakan di Sumatera Barat bahwa peserta seminar laki-laki semuanya memakai baju koko warna putih, cealana hitam serta dilengkapi dengan peci hitam dan kain sarung yang dikenakan di pundak masing-masing yang melambangkan Agam madani. Sementara peserta perempuan mengenakan jilbab warna putih sebagai lambang kesucian. (Maswir Chaniago).

 
SMAN 1 Canduang Gelar Lomba Lagu Minang dan Perjuangan Pada Hari Jadi ke-12 PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Yulia A   
Rabu, 25 Februari 2015 09:59

SMAN 1 Canduang Gelar Lomba Lagu Minang dan Perjuangan Pada Hari Jadi ke-12

Pertamakalinya, SMA Negeri 1 Canduang mengadakan lomba lagu minang dan lagu perjuangan untuk memeriahkan hari jadinya yang ke 12. Tahun-tahun sebelumnya, peringatan hari jadi SMA Negeri 1 Canduang dimeriahkan dengan turnamen sepak bola antar pelajar SMA se-Sumatera Barat dan Riau. Panitia pelaksana lomba, memilih kegiatan ini karena tingkat apresiasi generasi muda, terhadap musik tradisional daerah Minangkabau dan lagu-lagu perjuangan dirasakan kian menurun. Hal itu justru berbanding terbalik dengan pengaruh kehadiran musik dan lagu pop nasional. Salah satu penyebab terjadinya fenomena ini, adalah  akibat kurangnya promosi dan ajang dalam rangka memopulerkan lagu daerah dan lagu perjuangan itu sendiri. Bagi generasi muda, popularitas nama penyanyi minang semisal Tiar Ramon, Efrinon, Zalmon, dan Yan Junied serta Elli Kasim dan maestro lainnya semakin memudar. Bahkan kini, lagu-lagu legendaris seperti Ayam Den Lapeh, Pasan Buruang, Bungo Parawitan, dan Bareh Solok serta banyak lagi lagu-lagu minang yang sempat memasyarakat di eranya seolah menjadi asing di telinga mereka.  Begitu juga dengan lagu-lagu perjuangan seperti Sepasang Mata Bola, Maju Tak Gentar, Gebyar-gebyar dan lain sebagainya. Menjawab semua itu,  adanya kegiatan lomba  lagu minang dan lagu perjuangan yang digelar oleh SMAN 1

Canduang pada Sabtu (21/2), dengan tujuan agar keduanya tetap eksis dan diminati serta diharapkan akan bermunculan maestro-maestro penyanyi minang baru. Pada kegiatan yang dibuka Camat Kecamatan Canduang Indra, S.Sos tersebut, seluruh peserta yang terdiri dari pelajar SLTP dan SLTA se-Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi diberikan arahan oleh panitia. Kegiatan yang dilansungkan sehari penuh itu, diikuti oleh 38 sekolah dengan jumlah utusan masing-masing yang beragam. “Kegiatan yang

bertema Memperkokoh Karakter Budaya Minang serta Semangat Perjuangan Generasi Muda Melalui Kreatifitas Berkesenian  dan Musik Daerah ini, sengaja kita angkat sebagai bukti kepedulian terhadap pelestarian seni dan tradisi daerah,” demikian ungkap Ketua OSIS SMAN 1 Canduang Alfiandry di hadapan peserta lomba. Setelah prosesi lomba diselesaikan oleh

peserta, pada kategori lagu minang putri, SMP Negeri 1 Bukittinggi menempati posisi pertama atas nama Sutera Dipha Ferdinan, diikuti pada tempat kedua dan ketiga oleh Indah Novianti dari SMAN 1 Canduang dan Indri Wulandari utusan SMK Farmasi Bukittinggi. Sementara itu, pada kategori putra Faisal Azmi yang merupakan utusan SMAN 5 Bukittinggi, mengungguli peserta lainnya. Di tempat kedua utusan SMAN 5 lainnya Ilham Yahya menempati urutan kedua, diikuti Muhammad Reski dari SMA PSM Bukittinggi. Sedangkan pada kategori lagu perjuangan, secara berturut-turut Faizal Azmi dari SMAN 5 Bukittinggi, Irvan Ferdianur utusan MAN 1 Bukittinggi dan Holan Oktrianda dari SMPN 2 Bukittinggi, menempati urutan satu, dua dan tiga untuk kategori putra. Sutera Dipha Ferdinan dari SMPN 1 Bukittinggi, Tira Tania utusan SMAN 2 Bukittinggi, dan Herlinda Oktora yang mewakili SMAN 1 Bukittinggi secara berturut-turut pada kategori putri memenangkan lomba. “Lomba ini sangat dimungkinkan untuk menjadi kegiatan rutin. Ke depan, kita berharap kegiatan sejenis akan berjalan lebih baik dan berkualitas.” kata salah seorang guru SMAN 1 Canduang kepada wartawan di sela kegiatan yang juga dihadiri oleh Bupati Agam Indra Catri, yang sempat menyumbangkan dua buah lagu di tengah kegiatan lomba.

 
RALAT JADWAL UNDANGAN PENGENTRIAN ASET TAHUN 2014 PDF Cetak Surel
Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 
Ditulis oleh admin   
Rabu, 25 Februari 2015 09:49

Jadwal pengentrian aset silahkan Saudara unduh disini

 
PERMINTAAN DATA PNF 2015 PDF Cetak Surel
Ditulis oleh admin   
Rabu, 25 Februari 2015 09:12

Selengkapnya silahkan Saudara unduh disini

 
Permintaan Bahan Usulan Penerbitan SKTP dan Pencairan Dana Tunjangan Profesi Tahun 2015 PDF Cetak Surel
Ditulis oleh admin   
Selasa, 24 Februari 2015 15:52

Surat lengkap dan lampiran silahkan Saudara unduh disini

 
• Upacara Kesadaran Nasional Digelar di SMAN 1 Canduang PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Yulia Aflinda   
Selasa, 24 Februari 2015 11:24

“Upacara Hari Kesadaran Nasional berupa upacara bendera yang kita laksanakan setiap tanggal 17 setiap bulan. Upacara rutin ini mempunyai makna yang sangat penting bagi kita semua, karena selain untuk memantapkan kualitas pengabdian dan meningkatkan kecintaan kepada negara dan bangsa, juga merupakan salah satu wujud nyata pelaksanaan tugas dan tanggung jawab.”

Sambutan itu disampaikan Kapolres Agam AKBP Amirjan, yang bertindak sebagai Inspektur upacara Hari Kesadaran Nasional di lapangan SMAN 1 Canduang Kabupaten Agam, Selasa (17/2). Diikuti seluruh pegawai negeri sipil Kecamatan Canduang, Muspida plus Kabupaten Agam, Koramil dan Polsek Ampek Angkek. Selain itu, peserta upacara juga dihadiri oleh Kepala SKPD di lingkungan Setdakab Agam, Camat se-Kabupaten Agam, Kepala UPT se-Kecamatan Canduang, Kepala KUA Kecamatan Canduang serta seluruh siswa mulai dari SD, SMP dan SMA se-Kecamatan Canduang.

Pada kesempatan itu, Amirjan juga mengingatkan bahwa upacara yang kita selenggarakan setiap bulan, jangan dianggap sebagai formalitas belaka. Karena menurutnya, upacara dalam rangka memperingati Hari Kesadaran Nasional ini seyogyanya memiliki nilai yang sangat luhur dalam membangkitkan semangat pengabdian masyarakat. Sebuah tugas yang mempunyai fungsi utama, memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat dan bukan untuk dilayani oleh masyarakat.

“Melalui Hari Kesadaran Nasional ini, setiap aparatur negara diharapkan bisa menyadari posisinya sebagai pelayan masyarakat, serta bisa mengembangkan semangat patriotisme kebangsaan,” ungkap Amirjan.

Selain itu, menurut Amirjan lagi, dengan upacara ini bisa memberikan kesadaran kepada seluruh aparatur negara, agar dapat melayani masyarakat dan dapat mengelola berbagai dinamika sosial yang ada ditengah-tengah kehidupan masyarakat secara arif dan bijaksana. Hal itu ditujukan untuk mengatasi setiap persoalan, agar dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

“Dalam melayani masyarakat pada era sekarang ini, fenomena yang berkembang adalah tuntutan masyarakat terhadap sikap dan perilaku aparatur pemerintah yang ramah, santun dan bersifat mengayomi jauh dari sikap arogan dan ingin menang sendiri,” imbuhnya.

Sebagai aparatur negara, pegawai negeri sipil dituntut agar mampu melihat berbagai peluang untuk memajukan perekonomian masyarakat. Tanggungjawab mengolah dan mengembangkan potensi masing-masing kecamatan dan nagari, sehingga memiliki nilai saing tinggi. Seiring dengan itu juga harus mampu memancing partisipasi masyarakat dalam seluruh proses penyelenggaraan pemerintah dan pengelolaan pembangunan.

Pada akhir amanatnya, Amirjan menghimbau kepada seluruh elemen, aparatur pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat, untuk bisa bersama-sama bergandeng tangan “Saciok bak ayam, sadanciang bak basi. Ka lurah samo manurun, ka bukik samo mandaki. Basamo mangko manjadi”.(yulia/redaksi)

 
Pelaksanaan POPDA Tingkat Kabupaten Agam 2015 PDF Cetak Surel
Ditulis oleh admin   
Selasa, 24 Februari 2015 11:21

Surat lengkap download disini

 
EDARAN HASIL RAPAT O2SN SD/MI TINGKAT KABUPATEN AGAM 2015 PDF Cetak Surel
Ditulis oleh admin   
Selasa, 24 Februari 2015 10:13

Selengkapnya silahkan Saudara unduh disini

 
« MulaiSebelumnya12345678910SelanjutnyaAkhir »

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

feed-image Feed Entries


Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Agam
Jln. DR. Mhd. Hatta, Lubuk Basung
Tel. 0752-76318 Fax. 0752-76250
©Armanto .:+6285263119553:.