Who's Online

Kami punya 174 tamu online

Chat

Nomor Resmi

0823 9188 1999

http://www.dapodikagam.net/

Artikel dapat dikirim melalui

email :

diknasagam@yahoo.co.id

berkunjung Ke

e-mail resmi

diknasagam@yahoo.co.id

Login Form



Home

Horizontal SlideShow Module v1.8 by JT.
TEKNIK VOCAL DAN TEKNIK BERBICARA DAN APLIKASINYA PADA DUNIA PENDIDIKAN PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Dita Wedia   
Rabu, 04 Februari 2015 08:50

TEKNIK VOCAL DAN TEKNIK BERBICARA
DAN APLIKASINYA PADA DUNIA PENDIDIKAN

Dita Wedia*)

A. Pendahuluan

Sebagai seorang Pendidik dan Guru hampir setiap waktu kita menggunakan/mendengar rekan sejawat kita berbicara dengan pengeras suara sekolah untuk berbagai keperluan misalnya mengumumkan sesuatu, memanggil siswa untuk datang kekantor dan sebagainya.

Namun pernahkah menjadi perhatian bagi kita suara yang keluar dari pengeras suara tersebut menyampaiakan pesan kepada audience sebagaimana dimaksud oleh pembicara, atau selanjutnya apakah suara yang keluar dari pengeras suara terasa nyaman bagi pendengar.

Pada tulisan ini penulis ingin sedikit mengupas masalah sederhana ini namun berlaku sepanjang waktu hampir diseluruh lembaga pendidikan kita, tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah sentuhan sederhana perbaikan teknik vokal yang berdampak luar biasa bagi kenyamanan siswa kita disekolah.

Sering kita dengar siswa yang dipanggil namanya melalui pengeras suara disekolah lansung menimbulkan dada berdebar dan menerima rasa bersalah yang tidak jelas serta ejekan teman sekelas, yang disebabkan gaya bicara dan intonasi pemanggilan siswa tersebut yang kurang baik, maka message yang dikirim akan direceive berbeda oleh audience. Terkadang tanpa kita sadari suara yang keluar dari pengeras suara terdengar seperti marah, tergesa gesa.

Mengadopsi teknik vokal news anchor di televisi atau public speaking lainnya membuat pemirsa betah berlama lama mendengarkan berita yang dibacakan, dan tentunya hal tersebut tidak salah kita aplikasikan dilingkungan kerja / sekolah kita.

Hal ini dapat dilaksanakan tentunya dengan latihan dan meniru yang baik.

Selengkapnya silahkan saudara unduh disini

 
Jadwal Pra UN SMP/MTs, SMA/SMK dan SMK Kabupaten Agam PDF Cetak Surel
Penilaian Pengguna: / 4
JelekBagus 
Ditulis oleh admin   
Selasa, 03 Februari 2015 14:11

 
PEMBERITAHUAN SMS CENTER PEMDA KAB. AGAM PDF Cetak Surel
Penilaian Pengguna: / 6
JelekBagus 
Ditulis oleh admin   
Senin, 02 Februari 2015 10:24

 
PENYELENGGARAAN FESTIVAL, LOMBA DAN OLIMPIADE TINGKAT SD TAHUN 2015 PDF Cetak Surel
Penilaian Pengguna: / 5
JelekBagus 
Ditulis oleh admin   
Senin, 02 Februari 2015 10:22

 
15 Anak Usia 15 Tahun Paparkan Mind Map Pendidikan PDF Cetak Surel
Ditulis oleh admin   
Sabtu, 31 Januari 2015 12:51

Jakarta, Kemendikbud --- Sebanyak 15 siswa dari 15 wilayah di Indonesia memaparkan buah pikirannya tentang rencana aksi pendidikan  kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan. 15 anak yang tergabung dalam Aliansi Aksi 2015 ini terdiri dari anak-anak berprestasi dan anak berkebutuhan khusus (ABK).

Anak-anak ini lahir pada tahun 2000. Tahun tersebut merupakan tahun di mana pemimpin-pemimpin dunia menetapkan millenium development goals (MDGs) sebagai arah pembangunan dunia hingga saat ini. Dan di 2015 nanti, para pemimpin-pemimpin dunia akan mendeklarasikan kembali rencana pembangunan berkelanjutan. Dan anak-anak ini menyampaikan masukan kepada pemimpin-pemimpin di negeri ini atas kebutuhan mereka, terutama dalam dunia pendidikan.

Mendikbud menerima anak-anak tersebut di kantor Kemendikbud, Rabu (14/01/2015) sore. Ia sangat mengapresiasi pikiran anak-anak tersebut. Masih dalam usia yang sangat belia, 15 tahun, mereka sudah bisa menyampaikan aspirasinya melalui peta pikiran yang terstruktur dengan baik. "Saya ingin karya anak-anak ini dibingkai di kantor ini. Kalian tulis nama dan asal kalian," katanya.

Ada lima poin penting yang disampaikan anak-anak ini kepada Mendikbud. Pertama tentang masih tingginya angka putus sekolah siswa Indonesia. Dari analisa mereka, salah satu penyebabnya adalah masalah ekonomi. "Orang tua tidak bisa membiayai, dan anak terpaksa bekerja," demikian disampaikan Dewa Gede, siswa dari Bali bersama dua temannya.

Ia mengatakan, jarak sekolah yang jauh dari tempat tinggal siswa, kekerasan seksual, dan kriminalitas juga menjadi pemicu terjadinya putus sekolah. Bahkan untuk kasus kriminalitas, terkadang siswa dikeluarkan dari sekolah karena dianggap mungkin akan mencemari nama baik sekolah.

Sebagai solusi dari masalah pertama ini, Dewa mengatakan, sosialisasi kepada orang tua menjadi penting. Dukungan pembenahan sistem BSM dan KIP pun akan turut berkontribusi mengurangi angka putus sekolah. "Di beberapa wilayah anak-anak tidak tahu kegunaan dana-dana bantuan tersebut, atau sekolah langsung memotong uang yang harusnya digunakan untuk kebutuhan pribadi siswa ini untuk membayar SPP," tuturnya.

Dan sebagai sesama siswa, Dewa mengatakan ia dan teman-temannya bisa menjadi relawan untuk membantu agar siswa yang putus sekolah tetap menerima pelajaran. Salah satunya dengan membentuk forum membantu anak-anak putus sekolah.

Masalah kedua, mereka memaparkan tentang pembangunan sekolah yang kurang merata. Pembangunan fasilitas di daerah akan lambat karena daerah tersebut sulit diakses. Ketiga, sekolah yang tidak aman. Pengaruh teman sebaya yang sangat kental bisa menjadi lingkungan yang buruk bagi siswa. Selain sesama teman, contoh buruk dari guru juga sangat mempengaruhi anak. "Misalnya rokok. Di sekolah tertulis dilarang merokok, tapi gurunya sendiri merokok dan tidak peduli jika siswanya merokok," katanya.

Masalah keempat dan kelima yang mereka sampaikan adalah rendahnya kehadiran guru dan diskriminasi terhadap anak berkebutuhan khusus. Ada beberapa faktor yang menyebabkan tingkat kehadiran guru rendah. Faktor minat dan suasana kelas yang tidak kondusif menjadi penyebabnya. "Para guru ini, terutama di daerah terpencil, mereka perlu biaya banyak untuk pulang pergi ke sekolah, kadang juga penguasaan materinya juga rendah," kata Adel siswa dari Aceh yang melanjutkan paparan Dewa.

Adel mengatakan, akibat dari kondisi tersebut siswa juga tidak mendapat ilmu yang baik. Untuk itu ia berharap, agar kompetensi guru terus ditingkatkan dan tidak hanya diapresiasi tapi juga diberi sanksi jika mereka tidak melaksanakan tugasnya dengan baik.

Dan untuk diskriminasi ABK, Adel mengatakan, banyak faktor yang memengaruhi diskriminasi terhadap ABK. Mulai dari sekolah umum yang enggan menerima ABK, kurangnya penerimaan orang tua terhadap kondisi anaknya, kurang kompetennya guru yang mengajar ABK, hingga fasilitas yang mahal dan langka. Adel berharap, pemerintah serius menangani masalah diskriminasi ABK ini.

Menjawab harapan Adel, Menteri Anies mengatakan, untuk menghilangkan diskriminasi terhadap ABK harus dimulai dari cara pandang. "Kita harus menyadari bahwa tidak ada anak yang tidak normal. Semua normal. Hanya saja ada yang berkebutuhan khusus, dan ada yang berkebutuhan umum," katanya.

Mendikbud sangat mengapresiasi keberanian dan kemampuan anak-anak ini dalam memetakan masalah dan solusinya. Ia berpesan agar anak-anak ini terus mengembangkan kemampuannya untuk menggunakan mind map dalam setiap permasalahan. "Sekali kalian bisa membuat mind map, maka bisa digunakan untuk seumur hidup," katanya. (Aline Rogeleonick)

 
Bahan Usulan Penerbitan SKTP Guru TK Tahun 2015 PDF Cetak Surel
Ditulis oleh admin   
Jumat, 30 Januari 2015 09:40

Silahkan saudara unduh surat lengkap dan lampirannya disini

 
SDN 09 Balai Satu Siap Dinilai Adiwiyata PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Armanto   
Kamis, 29 Januari 2015 19:01

Senin, 19 Januari 2015

Danramil Basung Kapten Arh Zulakmal sangat bangga diundang untuk datang ke SDN 09 Balai Satu, pada kunjungan kali ini beliau juga bertindak sebagai pembina upacara bendera. Beliau sangat bangga melihat semangat guru- guru dan para siswa begitu antusias. Apalagi ketika para siswa membacakan pernyataan ikrar cinta lingkungan merupakan janji  anak yang penuh semangat yang berapi, akan pasti membuahkan hasil yang luar biasa. Dalam janji siswa, para siswa berjanji menjaga lingkungan hidup, memelihara taman sekolah, membuang sampah pada tempatnya, tidak mencoret dinding sekolah serta menjaga kesehatan sekolah. Sekolah yang dipimpin oleh Ibu “Efnita, S.Pd, M.M.Pd” ini siap dinilai adiwiyata kabupaten pada Maret mendatang. Pada upacara tersebut juga dihadiri oleh Pengawas sekolah “Masri, M.M.Pd”. Seusai upacara Zulakmal dan Masri langsung menamamkan bibit pohon yang didampingi Efnita beserta majelis guru.

 
« MulaiSebelumnya21222324252627282930SelanjutnyaAkhir »

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

feed-image Feed Entries


Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Agam
Jln. DR. Mhd. Hatta, Lubuk Basung
Tel. 0752-76318 Fax. 0752-76250
©Armanto .:+6285263119553:.